Kata Mutiara

|

untuk mengetahui anda ada kemajuan atau tidak, cukup melihat erubahan watak diri anda, keluasan wawasan andadan pengembangan kemurahan hati anda. Itulah kemajuan dan tingkat anda sesungguhnya.



kegagalan biasanya merupakan langkah awal menuju sukses, tapi sukses itu sendiri sesungguhnya bau merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses.



orang-orang berkata "Jika ada yang dapat memahami dirinya sendiri, maka ia akanmemahami semua orang". Tapi aku berkata "Jika ada yang mencintai orang lain, maka ia akan dapat mempelajari sesuatu untuk dirinya sendiri".

Cara Kerja Otak Manusia

|

Ambillah sebuah puzzle, lalu acaklah bagian-bagiannya di atas lantai. Anggaplah bagian-bagian itu merupakan seluruh pengetahuan kita tentang dunia. Misalkan beberapa bagian menunjukkan cahaya, beberapa bagian adalah warna, dan lainnya adalah suara. Sekarang ambil bagian-bagian itu satu demi satu dan mulailah menyusun kembali untuk membentuk sebuah gambar. Pekerjaan yang kalian lakukan dengan berpikir panjang ini dilakukan seratus kali dalam sedetik oleh otak kalian, yang bekerja atas ilham dari Allah. Tahukah kalian, bagaimana itu terjadi?

Otak mengumpulkan informasi yang diterima dari mata, hidung, telinga, kulit, mulut, dll. dan menyimpulkannya. Yang melakukan penyimpulan ini adalah gabungan 100 miliar sel saraf dalam otak kalian. Sel-sel ini bekerja tanpa henti dan memungkinkan kalian melihat warna apel yang kalian makan, mengenali suara teman baik kalian, dan merasakan bau coklat.
Gambar di halaman berikutnya menunjukkan beberapa anak yang tengah bercakap-cakap, mendengar, mencium, berlari, dan tidur dalam otaknya. Tentu ini hanyalah gambar khayal yang tujuannya adalah untuk menunjukkan bagian-bagian tertentu dari otak dan kegunaannya. Sebenarnya, otak terdiri atas sel-sel syaraf, yang bisa dilihat di bawah mikroskop. Menurut kalian apakah sel-sel syaraf bisa melihat boneka kesukaan kalian atau rasa es krim coklat? Tentu saja tidak. Hal ini karena sel-sel syaraf terdiri atas bungkahan daging semata. Oleh sebab itu, pastilah ada suatu zat yang sangat hebat yang telah menciptakan dunia mengagumkan ini. Dia adalah Allah. Allah, pemilik segalanya, menciptakan segalanya dengan sempurna dan memberikan kepada kita kehidupan yang indah. Yang harus kita lakukan sebagai balasannya hanyalah bersyukur kepada Allah. Allah telah memberi kita mata dan telinga, misalnya, dan telah menyuruh kita untuk bersyukur kepada-Nya sebagaimana firmannya

"Dan Dia-lah yang telah menciptakan bagi kalian, pendengaran, penglihatan, dan hati. Amat sedikit kalian bersyukur." (QS Al-Mu'minun:78)

Adapted from www.harunyahya.com

Ada Apa Dengan Teori Revolusi

|

Sebagian orang yang pernah mendengar "teori evolusi" atau "Darwinisme" mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikit pun terhadap kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia.

Filsafat tersebut adalah "materialisme", yang mengandung sejumlah pemikiran penuh kepalsuan tentang mengapa dan bagaimana manusia muncul di muka bumi. Materialisme mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah esensi dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun tak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha Pencipta, yaitu Allah. Dengan mereduksi segala sesuatu ke tingkat materi, teori ini mengubah manusia menjadi makhluk yang hanya berorientasi kepada materi dan berpaling dari nilai-nilai moral. Ini adalah awal dari bencana besar yang akan menimpa hidup manusia.

Kerusakan ajaran materialisme tidak hanya terbatas pada tingkat individu. Ajaran ini juga mengarah untuk meruntuhkan nilai-nilai dasar suatu negara dan masyarakat dan menciptakan sebuah masyarakat tanpa jiwa dan rasa sensitif, yang hanya memperhatikan aspek materi. Anggota masyarakat yang demikian tidak akan pernah memiliki idealisme seperti patriotisme, cinta bangsa, keadilan, loyalitas, kejujuran, pengorbanan, kehormatan atau moral yang baik, sehingga tatanan sosial yang dibangunnya pasti akan hancur dalam waktu singkat. Karena itulah, materialisme menjadi salah satu ancaman paling berat terhadap nilai-nilai yang mendasari tatanan politik dan sosial suatu bangsa.

Satu lagi kejahatan materialisme adalah dukungannya terhadap ideologi-ideologi anarkis dan bersifat memecah belah, yang mengancam kelangsungan kehidupan negara dan bangsa. Komunisme, ajaran terdepan di antara ideologi-ideologi ini, merupakan konsekuensi politis alami dari filsafat materialisme. Karena komunisme berusaha menghancurkan tatanan sakral seperti keluarga dan negara, ia menjadi ideologi fundamental bagi segala bentuk gerakan separatis yang menolak struktur kesatuan suatu negara.

Teori evolusi menjadi semacam landasan ilmiah bagi materialisme, dasar pijakan ideologi komunisme. Dengan merujuk teori evolusi, komunisme berusaha membenarkan diri dan menampilkan ideologinya sebagai sesuatu yang logis dan benar. Karena itulah Karl Marx, pencetus komunisme, menuliskan The Origin of Species, buku Darwin yang mendasari teori evolusi dengan "Inilah buku yang berisi landasan sejarah alam bagi pandangan kami"1

Namun faktanya, temuan-temuan baru ilmu pengetahuan modern telah membuat teori evolusi, dogma abad ke-19 yang menjadi dasar pijakan segala bentuk ajaran kaum materialis, menjadi tidak berlaku lagi, sehingga ajaran ini - utamanya pandangan Karl Marx - benar-benar telah ambruk. Ilmu pengetahuan telah menolak dan akan tetap menolak hipotesis materialis yang tidak mengakui eksis-tensi apa pun kecuali materi. Dan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa segala yang ada merupakan hasil ciptaan sesuatu yang lebih tinggi.

Tujuan penulisan buku ini adalah memaparkan fakta-fakta ilmiah yang membantah teori evolusi dalam seluruh bidang ilmu, dan mengungkapkan kepada masyarakat luas tujuan sesungguhnya dari apa yang disebut "ilmu pengetahuan" ini, yang ternyata tidak lebih dari sebuah penipuan.

Perlu diketahui bahwa evolusionis tidak memiliki bantahan terhadap buku yang sedang Anda baca ini. Mereka bahkan tidak akan berusaha membantah karena sadar bahwa tindakan seperti itu hanya akan membuat setiap orang semakin paham bahwa teori evolusi hanyalah sebuah kebohongan.

adapted from www.harunyahya.com

Sikap Damai Umat Islam Di Maluku

|

DAMAI bagi Ummat Islam adalah suatu tekad yang selalu melekat pada tiap pribadi yang menghayati ajaran Islam. Islam dari akar kata assalaam yang berarti damai, jadi Ummat Islam damai tidak perlu dipaksakan apalagi lewat proses rekayasa yang mengundang cacat terhadap kebenaran yang tentu bertentangan dengan Surat Ali Imron ayat 60 dan 61.

Tragedi Idul Fitri Berdarah 1 Syawal 1419 H (19 Januari 1999) dirasakan amat berat oleh segenap Ummat Islam di Maluku khususnya kita di kota Ambon dan sekitarnya. Penderitaan yang diterima begitu berat seperti tidak masuk akal, mungkinkah ini sebagai azab atas kesalahan besar yang telah diperbuat oleh seluruh Ummat Islam terutama para petingginya di Ambon yang lebih mengutamakan hebatnya Pela-Gandong daripada peringatan Allah SWT.

Pela–Gandong telah membuat Ummat Islam di kodya Ambon dan Maluku Tengah, lalai dan dinina-bobokkan, mereka telah tertipu oleh kata-kata rayuan membesarkan nilai Pela–Gandong, yang barangkali saja merupakan bagian dari rencana membunuh dan mengusir ummat Islam dari Maluku.
Damai adalah masalah pikir dan rasa atau kemauan untuk berdamai secara ikhlas dan bersungguh–sungguh damai bukan sekedar basa-basi menyembunyikan akal bulus untuk berkhianat lagi.

Di lapangan masyarakat sudah tidak respek lagi kepada para tokoh agama tertentu yang terus berbicara tanpa hasil. Yang disegani, dipatuhi, didengar adalah mereka yang memimpin perlawanan di lapangan, kenyataan ini harus dimengerti agar apapun inisiatif yang akan diambil hendaknya menghayati keinginan ummat di lapangan. Kita perlu kejelasan yang transparan apakah ajakan damai datang dari pihak Kristen sementara mereka terus menyerang? Marilah kita melihat kenyataan di lapangan, organisasi yang melakukan aksi kerusuhan ini belum ditemukan, masih utuh dan solid, tokoh dan otak penggerak belum tertangkap, kemajuan yang dicapai dalam membantai Ummat Islam masih terus berlangsung, karena itu benarkah mereka bersedia berdamai. Kalau damai adalah kehendak pemerintah dapat dimengerti sepenuhnya dan wajib didukung Ummat Islam hanya saja cara yang ditempuh harus benar, agar upaya damai tidak menimbulkan korban bagi Ummat Islam. Pengalaman di khianati cukup banyak, lihat bagian depan tulisan ini.

Tetapi terserah kepada tiap orang asalkan tidak menyusahkan ummat lagi.

Konspirasi RMS atau Kristen???

|

Meskipun begitu kita tidak dapat menyimpulkan bahwa Rustam Kastor adalah orang yang tidak punya perhatian terhadap konflik yang terjadi di tanah kelahirannya itu. Rustam Kastor memang bukan provokator seperti yang pernah dituduhkan sementara orang pada dirinya itu, tetapi Jenderal Purnawirawan yang sudah berangkat tua ini tetap turut berjuang untuk menyelesaikan kasus Maluku dengan berusaha mendudukkan persoalan Maluku pada proporsi yang sebenarnya tanpa disertai upaya penyembunyian fakta-fakta. Dia memang memosisikan diri sebagai bagian dari ummat Islam, tetapi dengan tepat mendasarkan diri pada fakta dan data dalam bersikap. Buktinya adalah buku yang ada di hadapan pembaca ini.

Rustam Kastor melihat bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam menyikapi kasus yang merembet dari Ambon sampai ke Maluku Utara tidak tepat karena pemerintah hanya memberi terapi pada gejala-gejalanya dan bukan pada akar permasalahannya. Ibarat mengobati orang sakit maka penghilangan rasa sakit sebagai gejala hanya berguna untuk sementara guna mengurangi penderitaan si sakit, tetapi bersamaan dengan itu terapi pada akar masalah alias sumber penyakit mutlak harus dilakukan. Bagi Kastor upaya membuat garis demarkasi antara penduduk yang beragama Kristen dan beragama Islam hanyalah terapi atas gejala yang tidak akan dapat menyelesaikan masalah begitu juga berbagai bentuk formalitas upacara untuk berdamai. Bahkan pernyataan Presiden dan Wakil Presiden meminta rakyat Maluku untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dianggapnya sangat tidak tepat dan tidak mau melihat sumber masalahnya secara jernih. Kasus Maluku ini memerlukan campur tangan pemerintah secara serius, karena tidak mungkin selesai dengan baik jika masalahnya dikembalikan kepada rakyat Maluku sendiri kecuali menunggu habisnya salah satu pihak yang bertikai.

Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib

|

Membaca buku setebal 192 halaman ini sangat
menarik. Sampul bukunya berwarna coklat yang
memudar menandakan aroma gothic yang begitu
kental. Judul besarnya dengan embos warna merah
menyala memang menarik mata untuk mengambilnya. Apalagi setelah membaca judulnya,
Dracula. Memang awalnya akan mengira bahwa buku
ini buku misteri seperti halnya buku tentang Dracula
lainnya. Akan tetapi, judul kecil yang berbunyi
"Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib", tentu
segera membuat yang memegang buku ini ingin segara untuk membaca keterangan di sampul
belakang. Setelah membaca kata demi kata di
sampul belakang maka akan segera mengetahui
bahwa buku ini berbeda dengan buku sejenis lainnya, semisal buku Dracula
karya Bram Stoker.

Buku karya Hyphatia Cneajna ini, nama yang tentunya agak asing bagi telinga
orang Indonesia, yang lengkapnya berjudul Dracula, Pembantai Umat Islam
dalam Perang Salib, bukan karya fiksi, tapi buku sejarah. Mungkin saja karena
selama ini kisah tentang Dracula sudah lekat dengan vampir yang haus darah,
maka penerbit buku ini perlu menambahkan kalimat "Kisah Kebiadaban Count
Dracula yang disembunyikan Selama 500 Tahun". Memang buku ini buku
sejarah yang memaparkan riwayat Vlad Tepes atau kemudian dikenal dengan
nama Dracula secara mendetail.

Bab I, yang merupakan pendahuluan, memaparkan tentang latar belakang
Perang Salib. Perang yang terjadi hampir selama 5 abad ini telah banyak
memakan korban, baik dari pihak Kristen maupun Islam. Dalam babakan
terakhir perang tersebut, kekuatan yang terlibat dalam pertempuran semakin
mengerucut, yaitu Kerajaan Honggaria—sebagai wakil Kristen—melawan
Kerajaan Turki Ottoman/Usmaniah— sebagai wakil Islam. Dalam situasi inilah
Dracula dilahirkan.

Riwayat hidup Dracula dibahas secara
mendalam dalam Bab II. Nenek moyang Dracula, Randu Negru, merupakan
pendiri kerajaan Wallachia, sebuah kerajaan yang dibatasi oleh Sungai
Danube dan Pegunungan Carphatia. Kalau dilihat dalam peta dunia saat ini,
Wallachia menjadi bagian dari negara Rumania. Randu Negru kemudian
beranak pinak di wilayah tersebut. Salah satu keturunannya adalah
Basarab/Vlad Dracul—"Dracul" berarti "naga"— yang merupakan ayah
Dracula. Dracula merupakan anak kedua dari Vlad Dracul. Dracula mempunyai
nama asli Vlad Tepes. Nama Dracula sendiri berasal dari bahasa Rumania,
Draculea. Akhiran "ea" dalam bahasa Rumania berarti "anak dari", jadi
Draculea berarti anak dari Dracul.

Sebagai anak yang sering ditinggal ayahnya dalam keberbagai peperangan
membuat Dracula tumbuh menjadi pribadi yang tidak bahagia.
Ketidakbahagiaan ini semakin bertambah ketika pada umur 11-12 tahun ia
harus menjadi tawanan Kerajaan Turki Ottoman. Walaupun di Turki ia
diperlakukan dengan baik namun Dracula merasa bahwa dirinya telah
dicampakkan dari masa kecil, kampung halaman, ibu serta keluarganya. Dari
sinilah rasa dendam Dracula terhadap Kerajaan Turki Ottoman bermula.
Hampir selama 5 tahun Dracula berada di Turki. Ketika usinya beranjak 17
tahun ia dikirim oleh Kerajaan Turki Ottoman untuk mengisi kekosongan tahta
Wallachia setelah kematian kakaknya. Tahta Wallachia pun akhirnya bisa ia
duduki. Dan, sejak berkuasa inilah kekejaman Dracula mulai tampak. Selama
masa pemerintahannya yang berlangsung hanya 6 tahun ia telah membantai
kurang lebih 500.000 penduduk Wallachia. Tentu saja jumlah korban tersebut
tidak bisa dikatakan kecil dalam konteks abad pertengahan.

Sebagian besar korban pembantaian Dracula dibunuh
dengan cara yang keji. Sebelum dibunuh mereka
disiksa terlebih dahulu. Macam-macam penyiksaan
Dracula tersebut dibahas dalam Bab III buku ini.
Metode penyiksaan yang digunakan Dracula untuk
menyiksa korban-korbannya antara lain penyulaan,
merebus korban hidup-hidup, memaku kepala korban,
menjerat leher korban, merusak organ vital
perempuan, dan beberapa metode penyiksaan lain yang tak kalah kejam. Di

antara metode penyiksaan tersebut penyulaan merupakan yang paling
terkenal. Penyulaan merupakan penyiksaan dengan cara memasukkan
kayu—sebesar lengan tangan orang dewasa yang telah dilancipkan
ujungnya—ke dalam anus. Setelah sula masuk kemudian tubuh korban
dipancangkan sehingga kayu sula terus masuk menembus tubuh korban
hingga tembus ke bagian leher, punggung, atau kepala. Biasanya penyiksaan
semacam ini dilakukan oleh Dracula secara massal, sehingga sekali melakukan
"upacara" penyulaan jumlah korbannya bisa mencapai 2.000 orang.

Di antara korban-korban Dracula sebagian besar adalah umat Islam. Siapa
saja umat Islam yang menjadi korban Dracula dijelaskan dalam Bab IV.
Hyphatia memperkirakan jumlah korbannya mencapai 300.000 orang. Mereka
ini sebagian besar merupakan pendukung Kerajaan Turki Ottoman yang berada
di wilayah Wallachia. Sebagian besar korban tersebut dibunuh dengan cara
disula, sebagian yang lain dibunuh dengan cara dibakar hidup-hidup, diracuni
dan disiksa dengan cara yang lain. Masa inilah dikenal di Wallachia sebagai
masa teror yang paling mengerikan.

Masa teror terhadap umat Islam dan penduduk
Wallachia baru berakhir ketika Dracula terbunuh. Tentang di mana Dracula
terbunuh dan kuburannya dipaparkan di Bab V. Dalam bab ini dibedah segala
mitos yang melingkupi Dracula, termasuk kuburan Dracula yang setelah digali
ternyata tak ada jasadnya lagi. Pun, dibahas tentang kematian- kematian
misterius yang menimpa penduduk Wallachia dan sekitarnya setelah kematian
Dracula, yang konon kabarnya kematian tersebut ada hubungannya dengan
Dracula.

Segala bentuk kekejaman Dracula yang dipaparkan dalam bab demi bab buku
ini masih tertutupi hingga kini. Sampai saat ini Dracula lebih dikenal sebagai
vampir yang haus darah daripada pembunuh berdarah dingin. Hal ini terjadi
karena Barat memang berusaha mengaburkan kisah hidup Dracula yang
sesungguhnya. Mengapa Barat berusaha keras menyembunyikan jadi diri
Dracula? Apa hubungan Dracula dengan bawang putih dan salib dalam konteks
penjajahan sejarah? Mengapa pembunuh Dracula yang sebenarnya tidak
banyak ditampilkan? Semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut
diuraikan dengan tuntas oleh Hyphatia di Bab VI karyanya.

Buku karya Hyphatia Cneajna ini menarik karena dua hal. Pertama, buku ini
menampilkan fakta-fakta yang belum banyak diketahui oleh masyarakat secara
luas. Pada saat membacanya segala fakta-fakta yang ada dalam buku ini ibarat
tamparan yang membuat kita sadar bahwa selama ini sosok Dracula

merupakan sosok nyata yang kemudian lebih dikenal sebagai sosok fiski.
Kedua, buku ini mengajak kita untuk selalu kritis terhadap sejarah. Sebuah
sejarah yang seakan-akan sudah menjadi kebenaran ternyata seringkali berisi
kebohongan- kebohongan. Dengan dua kelebihan ini—dan tentunya dengan
kekurangan yang ada di dalamnya—buku ini layak dibaca oleh seluruh lapisan
masyarakat. [*]

Valentine Sebagai Bisnis

|

Kalupun hari vallentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang bahkan ada kesan kian meriah itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak dibidang pencetakan kartu ucapan,pengusaha hotel,pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara dan sejumlah pengusaha lain yang meraup keuntungan sangat besar dari even itu.

Mereka sengaja lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan hari valentine day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihiagar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang sangat besar.inilah yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrial agama, dimana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.

 

©2009 ASRES blog's | Template Blue by TNB